TUGAS
PAPER
Mata
Kuliah : Softskill
“Mengapa
Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen”
Disusun
oleh :
Novyanti
Susanti
Npm
: 15211262
3EA06
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Jl.
Akses UI Kelapa Dua,Depok
2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………. 1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang……………………………………………………………………….... 2
1.2 Rumusan
Masalah……………………………………………………………………....2
1.3
Tujuan..………………………………………………………………………………....2
1.4
Manfaat…………………………………………………………………………………3
BAB II LANDASAN
TEORI……………………………………………….......4
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Produsen………………………………………………………………….....5
3.3 Pengertian Konsumen
.......................…………………………………………………...5
3.4 Pengertian Perilaku
Konsumen…………………………………………………………6
3.5 Perilaku Konsumen Rasional dan Konsumen
Irasional...................................................6
3.6 Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen..............................................7
3.7 Peran Perilaku Konsumen Bagi
Produsen.......................................................................7
3.8 Hal – hal Yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen.......................................................7
BAB IV KESIMPULAN.........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................9
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas
berkat dan karuniaNya yang di berikan kepada kita semua, karena tanpa seizinnya
saya tidak akan dapat menyelesaikan dan menyusun ini dengan baik.
Tugas paper ini memuat tentang “Mengapa Produsen
Perlu Mengamati Perilaku Konsumen”. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan
memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada bapak
Mujiyana yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana
cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan sesuai kaidah.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang
lebih luas kepada pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan.Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.
Terimakasih saya sampaikan kepada semua pihak.
6 Januari 2014
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Mengetahui dan memahami
apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana mereka bertindak merupakan bagian
penting dari bisnis apapun. Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk
mengetahui perilaku konsumen, tergantung pada bidang mana yang menarik bagi Anda.
Melakukan riset pasar secara teratur merupakan salah satu cara yang paling
efektif untuk mengenal dan memahami perilaku pelanggan Anda. Dengan mengetahui
perilaku pelanggan, tentu saja akan meningkatkan bisnis dan keuntungan Anda.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Seperti
yang diuraikan di latar belakang, maka penulis mengambil rumusan masalah
sebagai berikut:
1.
Melakukan survei Consumer Behaviour untuk mengenali perilaku konsumen
2. Melakukan
pengamatan terhadap perilaku konsumen
1.3
TUJUAN
1. Mengetahui dan mendeskripsikan
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
2.
Untuk mengetahui bagaimana produsen meningkatkan kualitas produknya
1.4
MANFAAT
a. Manfaat
Akademis
Dapat mereferensi
mengenai prilaku konsumen menambahkan pengetahuan dan wawasan mengenai perilaku
konsumen dan juga dapat memberikan informasi.
b. Manfaat
Praktis
Manfaat makalah ini
dapat memberikan sumbangan pemikiran maupun rujukan referensi bagi para
pembacanya.
BAB II
LANDASAN TEORI
Ø Menurut Philip
Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua
individdan rumah tangga yang membeli atau
memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.
Ø Menurut Hawkins,
Best & Coney (2001), perilaku konsumen adalah studi mengenai individu,
kelompok atau organisasi dan proses-proses yang dilakukan dalam memilih,
menentukan, mendapatkan, menggunakan, dan menghentikan pemakaian produk, jasa,
pengalaman, atau ide untuk memuaskan kebutuhan serta dampak proses-proses
tersebut terhadap konsumen dan masyarakat.
Ø Menurut Engel,
Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen ialah tindakan-tindakan
produk jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan
tersebut yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi dan
membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan
mengikuti tindakan tersebut.
Ø Menurut The
American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai
interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana
manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.
Ø Menurut Hanna
& Wozniak (2001), perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan
tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan
barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Perilaku
konsumen merupakan bagian dari kegiatan manusia sehingga bila membicarakan
perilaku konsumen berarti membicarakan kegiatan manusia. Oleh karena itu
perusahaan sangat perlu mempelajari perilaku konsumen, karena perilaku dalam
pembelian barang dan jasa sangat berbeda. Konsumen sangat beraneka ragam dalam
usia,pendapatan, pendidikan, ,mobilitas dan selera. Dalam pengambilan keputusan
pada bidang pemasaran perlu memahami konsumen yang beraneka ragam,
kemudian mengembangkan produk dan jasa dihubungkan dengan kebutuhan tersebut.
Konsumsi, dari
bahasa Belanda consumptie ialah suatu kegiatan yang bertujuan
mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun
jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Kata “konsumtif”
(sebagai kata sifat; lihat akhiran –if) sering diartikan sama dengan kata
“konsumerisme”. Padahal konsumersime mengacu pada segala sesuatu yang
berhubungan dengan konsumen. Sedangkan konsumtif lebih khusus
menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang
diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal. Konsumerisme adalah
suatu gerakan sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak yang bertujuan untuk
meningkatkan posisi konsumen dalam berinteraksi dengan pihak penjual, baik
sebelum, pada saat, dan setelah konsumsi dilakukan.
3.2 PENGERTIAN PRODUSEN
Produsen adalah orang
atau kelompok yang menghasilkan barang dan jasa.sedangkan perilaku produsen
adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orangg untuk mengahsilkan jasa
dan barang. tujuan dari produsen adalah menghasilkan keuntungan yang besar.
Dari diskusi minggu
lalu saya menyimpulkan tentang prilaku produsen.ternyata seorang produsen yang
ingin melakukan usaha harus mensurvei ke masyarakat apa yang sedang dibutuhkan
oleh masyaratkat sekarang. tidak semua barang yang di jual oleh produsen akan
laku dipasaran. sehingga seorang produsen harus mensurvei ke masyarakat .
3.3 PENGERTIAAN KONSUMEN
Konsumen adalah setiap
orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan
tidak untuk diperdagangkan.
Konsumsi, dari bahasa
Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau
menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk
memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang
pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan
tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual
kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa
sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja
sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing
sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
3.4 FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PETILAKU KONSUMEN
a. Individual
Determinants of Consumer Behavior :
·
Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran,
struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis
berperan penting dalam pemasaran.
·
Motivasi konsumen
Motivasi
konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat
fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
·
Pengetahuan konsumen
Misalnya
apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya,
manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
·
Intensi, sikap, kepercayaan, dan
perasaan konsumen
Intensi
adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang.
Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan
antara dua atau lebih benda. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki
pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif
maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh
terhadap penentuan sikap seorang konsumen.
c.
Environmental Influences on
Consumer Behavior :
·
Budaya, etnisitas, dan kelas social
Budaya
adalah kumpulan nilai, ide, artefak, dan simbol-simbol lain yang membantu
seseorang untuk berkomunikasi, mengartikan, dan mengevaluasi sebagai bagian
dari suatu lingkungan. Etnisitas adalah suatu elemen penting dalam menentukan
suatu budaya dan memprediksi keinginan dan perilaku konsumen. Kelas sosial
dapat didefinisikan sebagai divisi yang bersifat relatif permanen dan homogenus
dalam suatu kumpulan sosial dimana individual atau keluarga saling bertukar
nilai, gaya hidup, ketertarikan, kekayaan, status, pendidikan, posisi ekonomi,
dan perilaku yang sama.
·
Keluarga dan pengaruh rumah tangga
Misalnya
kelahiran anak mempengaruhi suatu keluarga untuk menambah perabotan, bahan
makanan bayi, dan lain-lain.
·
Kelompok dan pengaruh personal
Suatu
perilaku konsumen tak lepas dari pengaruh kelompok dan personal yang dianutnya.
Reference group adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempengaruhi
perilaku individu secara signifikan. Reference group dapat berupa artis, atlit,
tokoh politik, kelompok musik, partai politik, dan lain-lain. Reference group
mempengaruhi dalam beberapa cara. Pertama-tama reference group menciptakan
sosialisasi atas individu. Kedua reference group berperan penting dalam
membangun dan mengevaluasi konsep seseorang dan membandingkannya dengan orang
lain. Ketiga, reference group menjadi alat
untuk mendapatkan pemenuhan norma dalam sebuah kelompok sosial.
untuk mendapatkan pemenuhan norma dalam sebuah kelompok sosial.
BAB
IV
KESIMPULAN
Dari
beberapa definisi tersebut di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa
perilaku konsumen adalah tingkah laku/tindakan yang dilakukan oleh individu,
kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan
dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat di
pengaruhi oleh lingkungan.
Ciri-ciri
perilaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu
menerangakan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan
dibelinya. Dengan mengetahui perilaku2 para calon konsumen, kita dapat lebih
mengetahui bagaimana bersikap dihadapan calon konsumen tersebut.
Perilaku
setiap konsumen dibentuk dari beberapa faktor tentunya, seperti faktor
demografis, psikologis, pendidikan, keluarga, daya beli, dan lain sebagainya.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar