Rabu, 22 Januari 2014

Mengapa Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen

TUGAS PAPER

Mata Kuliah : Softskill
“Mengapa Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen”









Disusun oleh :
Novyanti Susanti
Npm : 15211262
3EA06

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Jl. Akses UI Kelapa Dua,Depok
2014


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………….           1
BAB I         PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang……………………………………………………………………….... 2
1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………....2
1.3  Tujuan..………………………………………………………………………………....2
1.4  Manfaat…………………………………………………………………………………3
BAB II        LANDASAN TEORI……………………………………………….......4
BAB III       PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Produsen………………………………………………………………….....5
3.3 Pengertian Konsumen .......................…………………………………………………...5
3.4 Pengertian Perilaku Konsumen…………………………………………………………6
3.5 Perilaku Konsumen Rasional dan Konsumen Irasional...................................................6
3.6 Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen..............................................7
3.7 Peran Perilaku Konsumen Bagi Produsen.......................................................................7
3.8 Hal – hal Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen.......................................................7
BAB IV      KESIMPULAN.........................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................9




KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat dan karuniaNya yang di berikan kepada kita semua, karena tanpa seizinnya saya tidak akan dapat menyelesaikan dan menyusun ini dengan baik.

Tugas paper ini memuat tentang “Mengapa Produsen Perlu Mengamati Perilaku Konsumen”. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Mujiyana yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan sesuai kaidah.

Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.
Terimakasih saya sampaikan kepada semua pihak.



                6 Januari 2014

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
Mengetahui dan memahami apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana mereka bertindak merupakan bagian penting dari bisnis apapun. Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui perilaku konsumen, tergantung pada bidang mana yang menarik bagi Anda. Melakukan riset pasar secara teratur merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengenal dan memahami perilaku pelanggan Anda. Dengan mengetahui perilaku pelanggan, tentu saja akan meningkatkan bisnis dan keuntungan Anda.

1.2              RUMUSAN  MASALAH

Seperti yang diuraikan di latar belakang, maka penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut:

1.       Melakukan survei Consumer Behaviour untuk mengenali perilaku konsumen
2.      Melakukan pengamatan terhadap perilaku konsumen

1.3              TUJUAN

1. Mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
2. Untuk mengetahui bagaimana produsen meningkatkan kualitas produknya







1.4              MANFAAT

a.       Manfaat Akademis
Dapat mereferensi mengenai prilaku konsumen menambahkan pengetahuan dan wawasan mengenai perilaku konsumen dan juga dapat memberikan informasi.
b.      Manfaat Praktis
Manfaat makalah ini dapat memberikan sumbangan pemikiran maupun rujukan referensi bagi para pembacanya.




























BAB II
LANDASAN TEORI



Ø  Menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua      individdan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.

Ø  Menurut Hawkins, Best & Coney (2001), perilaku konsumen adalah studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang dilakukan dalam memilih, menentukan, mendapatkan, menggunakan, dan menghentikan pemakaian produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk memuaskan kebutuhan serta dampak proses-proses tersebut terhadap konsumen dan masyarakat.


Ø  Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen ialah tindakan-tindakan produk jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.

Ø  Menurut The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.


Ø  Menurut Hanna & Wozniak (2001), perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi.





BAB III
                                                PEMBAHASAN

3.1     PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen merupakan bagian dari kegiatan manusia sehingga bila membicarakan perilaku konsumen berarti membicarakan kegiatan manusia. Oleh karena itu perusahaan sangat perlu mempelajari perilaku konsumen, karena perilaku dalam pembelian barang dan jasa sangat berbeda. Konsumen sangat beraneka ragam dalam usia,pendapatan, pendidikan, ,mobilitas dan selera. Dalam pengambilan keputusan pada bidang pemasaran perlu memahami konsumen yang beraneka ragam, kemudian mengembangkan produk dan jasa dihubungkan dengan kebutuhan tersebut.
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Kata “konsumtif” (sebagai kata sifat; lihat akhiran –if) sering diartikan sama dengan kata “konsumerisme”. Padahal konsumersime mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen. Sedangkan konsumtif lebih khusus menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal. Konsumerisme adalah suatu gerakan sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak yang bertujuan untuk meningkatkan posisi konsumen dalam berinteraksi dengan pihak penjual, baik sebelum, pada saat, dan setelah konsumsi dilakukan.

3.2     PENGERTIAN PRODUSEN
Produsen adalah orang atau kelompok yang menghasilkan barang dan jasa.sedangkan perilaku produsen adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orangg untuk mengahsilkan jasa dan barang. tujuan dari produsen adalah menghasilkan keuntungan yang besar.
Dari diskusi minggu lalu saya menyimpulkan tentang prilaku produsen.ternyata seorang produsen yang ingin melakukan usaha harus mensurvei ke masyarakat apa yang sedang dibutuhkan oleh masyaratkat sekarang. tidak semua barang yang di jual oleh produsen akan laku dipasaran. sehingga seorang produsen harus mensurvei ke masyarakat .


3.3     PENGERTIAAN KONSUMEN
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.

3.4     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETILAKU KONSUMEN
a.    Individual Determinants of Consumer Behavior :
·         Demografis, psikografis, dan kepribadian     
 Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi.  Demografis berperan penting dalam pemasaran.

·         Motivasi konsumen
Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.

·         Pengetahuan konsumen
Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.

·         Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.

c.       Environmental Influences on Consumer Behavior :

·         Budaya, etnisitas, dan kelas social
Budaya adalah kumpulan nilai, ide, artefak, dan simbol-simbol lain yang membantu seseorang untuk berkomunikasi, mengartikan, dan mengevaluasi sebagai bagian dari suatu lingkungan. Etnisitas adalah suatu elemen penting dalam menentukan suatu budaya dan memprediksi keinginan dan perilaku konsumen. Kelas sosial dapat didefinisikan sebagai divisi yang bersifat relatif permanen dan homogenus dalam suatu kumpulan sosial dimana individual atau keluarga saling bertukar nilai, gaya hidup, ketertarikan, kekayaan, status, pendidikan, posisi ekonomi, dan perilaku yang sama.

·         Keluarga dan pengaruh rumah tangga
Misalnya kelahiran anak mempengaruhi suatu keluarga untuk menambah perabotan, bahan makanan bayi, dan lain-lain.

·         Kelompok dan pengaruh personal
Suatu perilaku konsumen tak lepas dari pengaruh kelompok dan personal yang dianutnya. Reference group adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempengaruhi perilaku individu secara signifikan. Reference group dapat berupa artis, atlit, tokoh politik, kelompok musik, partai politik, dan lain-lain. Reference group mempengaruhi dalam beberapa cara. Pertama-tama reference group menciptakan sosialisasi atas individu. Kedua reference group berperan penting dalam membangun dan mengevaluasi konsep seseorang dan membandingkannya dengan orang lain. Ketiga, reference group menjadi alat
untuk mendapatkan pemenuhan norma dalam sebuah kelompok sosial.














BAB IV
KESIMPULAN

Dari beberapa definisi tersebut di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tingkah laku/tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat di pengaruhi oleh lingkungan.

Ciri-ciri perilaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangakan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya. Dengan mengetahui perilaku2 para calon konsumen, kita dapat lebih mengetahui bagaimana bersikap dihadapan calon konsumen tersebut.
Perilaku setiap konsumen dibentuk dari beberapa faktor tentunya, seperti faktor demografis, psikologis, pendidikan, keluarga, daya beli, dan lain sebagainya.















DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar