Tugas
Minggu II
Berfikir
Deduktif
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penalaran
adalah pencarian pengetahuan yang benar harus berlangsung menurut prosedur atau
kaedah hukum, yaitu berdasarkan logika. Sedangkan aplikasi dari logika dapat
disebut dengan penalaran dan pengetahuan yang benar dapat disebut dengan
penalaran dan pengetahuan yang benar dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah.
Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu
Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.
Penalaran
Deduktif adalah prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa yang umum, yang
kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan
atau pengetahuan baru yang lebih khusus. Metode ini diawali dari pembentukan
teori, hipotesis, definisi oprasional, instrument dan oprasionalisasi. Untuk
mengetahui suatu gejala terlebih dahulu hatus memiliki konsepdan teori tentang
gejala tersebut kemudian melakukan penelitian di lapangan. Penalaran Induktif
merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil
pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
Penalaran Induktif merupakan ebalikan dari Penalaran Deduktif. Dengan demikian,
untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan
secara bersama-sama dan saling mengisi.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan Penalaran Deduktif ?
2. Apakah
yang dimaksud dengan Penalaran Induktif ?
3. Metode
apakah yang di gunakan pada setiap penalaran ?
1.3
Tujuan
Untuk
dapat memahami maksud dari salah satu penalaran yaitu penalaran deduktif. Serta
untuk lebih memahami jenis jenis silogisme dan aturan silogisme.
PEMBAHASAN
Penalaran adalah
proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indra (pengamatan
empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan
pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi –
proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau
dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang
dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens)
dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Metode berpikir deduktif adalah
metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk
seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia
konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)
dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya
hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Silogisme adalah
suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua
proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
1.
Jenis-jenis Silogisme
2.
Berdasarkan bentuknya, silogisme terdiri
dari;
Silogisme
kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan
kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang
kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi
predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang
menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle
term).
Silogisme
Hipotesis adalah argumen yang premis mayornya berupa
proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada
4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
1.
Silogisme hipotetik yang Silogisme
hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
2.
Silogisme hipotetik yang premis
minornya mengakui bagian konsekuennya.
3. premis minornya mengingkari antecedent
4. Silogisme hipotetik yang premis
minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi
alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah
satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Entimen Silogisme ini jarang
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang
dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:
- Dia menerima hadiah pertama
karena dia telah menang dalam sayembara itu.
- Anda telah memenangkan
sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
PENUTUP
Kesimpulan
Penalaran juga merupakan aktivitas
pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya
diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,
sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan
atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata,
sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan
penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan
kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas
bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak
ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa
proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan
terbentuk pula proposisi dan
dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga
dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan
hasil dari rangkaian pengertian.
Silogisme adalah
suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua
proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Proposisi yang
mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi
premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis
yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis
tersebut adalah term penengah (middle term).
Jenis-jenis
silogisme yaitu : Silogisme Kategorial, Silogisme Hipotetik, Silogisme
Alternatif, dan Entimen.
DAFTAR PUSTAKA
SOAL!!
1. Proposisi alternatif
yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya
akan menolak alternatif yang lain. Adalah pengertian dari …
a.
Entimen
b.
Silogisme alternative*
c.
Silogisme alternative
d.
Silogisme kategorial
2. Berapa macam tipe silogisme hipotetik …
a. 2
b. 3
c. 4*
d. 5
3. Apakah
yang di maksud dengan premis mayor …
a. premis
yang termnya menjadi predikat*
b. premis
yang termnya menjadi subjek
c. premis
yang termnya menjadi objek
d. premis
yang termnya menjadi kalimat
4. Apakah
yang dimaksud dengan premis mayor …
a. Premis
yang termnya menjadi predikat
b. Premis
yang termnya menjadi subjek*
c. Premis
yang termnya menjadi objek
d. Premis
yang termnya menjadi kalimat
5.
Yang merupakan subjek
dari kesimimpulan/konklusi adalah …
a. Term minor*
b. Term mayor
c. Term tengah
d. Middle term
Tidak ada komentar:
Posting Komentar