Tugas
Minggu III
Berpikir
Induktif
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan
menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan
contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan
umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis.
Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Hipotesis atau hipotesa adalah
jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih
harus dibuktikan kebenarannya.
Hipotesis ilmiah mencoba
mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua
gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan
atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah terujikebenarannya disebut teori.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian Hipotesis dan teori ?
2.
Bagaimana proses pembentukan Hipotesis ?
3.
Apa Kegunaan hipotesis?
1.3
Tujuan
1. Untuk menguji teori,
2.
Mendorong munculnya teori,
3.
Menerangkan fenomena sosial,
4. Sebagai pedoman untuk
mengarahkan penelitian,
5. Memberikan
kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
PEMBAHASAN
·
Hipotesis berasal
dari bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis =
pendirian, pendapat yang
ditegakkan, kepastian.
Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan
ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah
berfikir biasa, secara sadar, teliti,
dan terarah. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut
dengan hipotesis, tidak ada perbedaan makna di
dalamnya.
Ketika berfikir untuk sehari-hari, orang sering
menyebut hipotesis sebagai sebuah anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya.
Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang
mengatakan bahwa di antara sejumlah fakta ada hubungan tertentu. Proposisi
inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian, salah satu di
antaranya, yaitu penelitian sosial.
Proses pembentukan hipotesis merupakan
sebuah proses penalaran,
yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam
pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan dengan sadar, teliti,
dan terarah. Sehingga, dapat dikatakan bahwa sebuah Hipotesis merupakan
satu tipe proposisi yang langsung dapat diuji.
Generalisasi, Analogi, Hubungan kausal, dan Induksi
dalam metode eksposisi
·
Generalisasi adalah
penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan
sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup
dan dapat mewakili
Contoh :
- Pemerintah
telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung
Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu.
Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka
dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk
melestarikan hewan-hewan langka.
- Setelah
karangan anak-anak kelas 6 diperiksa, ternyata Iman, Selamet, Enal, dan
Deri mendapat nilai 90. Anak-anak yang lain mendapat 75. Hanya Toni yang
mendapatkan nilai 60 , dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang dari
60. Bisa dikatakan, anak kelas 6 cukup pandai mengarang.
· Analogi adalah penalaran
induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan
persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Contoh :
- Para
atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat
dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang
kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang
teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh
karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan
mental yang kuat.
- Demikian
pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan
sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi
kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
·
Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada
simpulan yang menjadi akibat.
Contoh : Kemarau tahun ini cukup panjang.
Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di
samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk
yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan
pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu
gagal.
·
INDUKSI DALAM METODE EKSPOSISI
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
PENUTUP
KESIMPULAN
Oleh karena teori berhubungan
dengan hipotesis, merumuskan hipotesis akan sulit jika tidak memiliki kerangka
teori yang menjelaskan fenomena yang diteliti, tidak mengembangkan proposisi
yang tegas tentang masalah penelitian, atau tidak memiliki kemampuan untuk
menggunakan teori yang ada. Kemudian,
karena dasar penyusunan hipotesis yang reliabel dan dapat diuji adalah teori,
tingkat ketepatan hipotesis dalam menduga, menjelaskan, memprediksi suatu
fenomena atau peristiwa atau hubungan antara fenomena yang ditentukan oleh
tingkat ketepatan atau kebenaran teori yang digunakan dan yang disusun dalam
kerangka teoritis. Jadi, sumber
hipotesis adalah teori sebagaimana disusun dalam kerangka teoritis.
Karena itu, baik-buruknya suatu hipotesis bergantung pada keadaan relatif dari
teori penelitian mengenai suatu fenomena sosial disebut hipotesis penelitian atau hipotesis kerja. Dengan kata lain, meskipun lebih
sering terjadi bahwa penelitian berlangsung dari teori ke hipotesis (penelitian deduktif), kadang-kadang sebaliknya yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
SOAL!!
1. Kata
Hipotesis berasal dari bahasa …
a. Yunani*
b. Jepang
c. Cina
d. Amerika
2. Penalaran
induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
Adalah pengertian dari …
a. Hipotesis
b. Generalisasi*
c. Analogi
d. Hubungan
kausal
3.
Penalaran induktif dengan membandingkan
dua hal yang banyak persamaannya. Adalah pengertian dari …
a. Hipotesis
b. Generalisasi
c. Analogi*
d. Hubungan
kausal
4.
Berapa langkah yang digunakan untuk
menyusun langkah eksposisi …
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5*
5.
adalah paragraf yang
diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung
pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa
pernyataan umum. Adalah pengertian dari …
a. hipotesis
b. paragraf induktif*
c. generalisasi
d. analogi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar